Kamis, 22 Oktober 2009

KEBUTUHAN DASAR PADA MASA NIFAS

KEBUTUHAN DASAR IBU MASA NIFAS
A. Kebutuhan dasar ibu masa nifas
1. Nutrisi dan cairan
a. Tidak ada kontra indikasi pemberian nutrisi setelah persalinan
b. Harus mendapatkan nutrisi yang lengkap dengan tambahan kalori dari sebelum hamil (200-500 kal)
c. Mempercepat pemulihan kesehatan dan kekuatan
d. Meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI
e. Bisa mencegah terjadinya infeksi

Ibu nifas memerlukan diet untuk mempertahankan tubuh terhadap infeksi, mencegah konstipasi dan untuk memulai proses pemberian ASI eksklusif Asupan kalori perhari ditingkatkan sampai 2700 kalori. Asupan cairan perhari ditingkatkan sampai mencapai 3000 ml, dan 1000 ml berupa susu. Suplemen zat besi dapat diberikan kepada ibu nifas selama 4 minggu pertama setelah kelahiran.

Gizi ibu menyusui dibtuuhkan untuk:
1. Produksi ASI
2. Pemulihan kesehatan ibu
Kebutuhan gizi, yang perlu diperhatikan adalah:
1. Makanan dianjurkan seimbang antara jumlah dan mutunya
2. Banyak minum, setiap hari hrs minum lebih dari 6 gelas per hari
3. Makan makanan yang tidak merangsang baik termis, mekanis, kimia untuk menjaga kelancaran pencernaan ibu
4. Batasi makanan yang berbau keras
5. Gunakan bahan makanan yang dapat merangsang produksi ASI, misalnya : sayuran hijau

Energi:
Dianjurkan penambahan perhari:
1. 6 bulan pertama sebanyak 700 Kkal
2. 6 bulan kedua berikutnya sebanyak 500 Kkal
3. Tahun kedua sebanyak 400 Kkal

Protein:
Dianjurkan penambahan perhari:
1. 6 bulan pertama sebanyak 16 gr
2. 6 bulan kedua sebanyak 12 gr
3. Tahun kedua sebanyak 11 gr
Berikan pil zat besi selama 40 hr post partum
Berikan kapsul vitamin A (200.000 unit)
Contoh menu ibu menyusui
Jenis Makanan Usia bayi 0-6 bulan Usia bayi lebih dari 6 bulan
Nasi 5 piring 4 piring
Ikan 3 potong 2 potong
Tempe 5 potong 4 potong
Sayuran 3 mangkok 3 mangkok
Buah 2 potong 2 potong
Jenis Makanan Usia bayi 0-6 bulan Usia bayi lebih dari 6 bulan
Gula 5 sendok 5 Sendok
Susu 1 gelas 1 gelas
Air 8 gelas 8 gelas

2. Ambulasi
a. Ambulasi sedini mungkin kecuali ada kontra indikasi
b. Meningkatkan sirkulasi dan mencegah resiko thrombophlebitis
c. Meningkatkan fungsi kerja peristaltic dan KK ---→ Mencegah distensi abdominal dan konstipasi
d. Jelaskan tujuan dan manfaat ambulasi dini
e. Ambulasi dilakukan secara bertahap sesuai kekuatan ibu
Terkadang ibu nifas enggan untuk banyak bergerak karena merasa letih dan sakit. Jika keadaan tersebut tidak segera diatasi maka ibu tersebut akan terancam mengalami trombosis vena. Maka untuk mencegah tejadinya trombosis vena perlu dilakukan ambulasi dini oleh ibu nifas.Pada persalinan normal dan keadaan ibu normal maka biasanya ibu diperbolehkan untuk mandi dan ke WC dengan dibantu pada 1 atau 2 jam setelah persalinan. Sebelum waktu ini, ibu tersebut harus diminta untuk melakukan latihan menarik nafas yang dalam serta latihan tungkai yang sederhana dan harus duduk serta mengayunkan tungkainya di tepi ranjang.
3. Eliminasi : BAK atau BAB
a. Observasi distensi abdomen, palpasi dan auskultasi post SC
b. Observasi untuk 2 kali bak harus dalam 4-8 jam pertama dan minimal 200 cc
c. Anjurkan untuk minum banyak cairan dan ambulasi
d. Rangsangan untuk berkemih : sitz bath untuk mengurangi oedema dan relaksasi spengkter, kompres hangat / dingin
e. Kalau perlu kateter sewaktu
Pada ibu pasca SC, maka ambulasi dini dimulai pada 24 – 36 jam setelah melahirkan.

Tujuan latihan pasca melahirkan adalah:
 Menguatkan otot-otot perut dan dengan demikian menghasilkan bentuk tubuh yang baik
 Mengencangkan dasar panggul sehingga mencegah atau memperbaiki stress inkontinensia
 Membantu memperbaiki sirkulasi darah di seluruh tubuh
NB: postur tubuh yang baik dianjurkan sejak awal untuk membantu mencegah nyeri punggung.

Latihan yang dilakukan pasca persalinan normal meliputi:
1. Berbaring pada punggung, kedua lutut ditekuk. Letakkan kedua belah tangan pada perut dibawah tulang iga.
Tarik nafas perlahan-lahan dan dalam lewat hidung, kemudian keluarkan lewat mulut sambil mengencangkan dinding perut untuk membantu mengosongkan paru-paru.
2. Berbaring pada punggung, kedua lengan diluruskan di atas kepala dengan telapak tangan menghadap keatas. Kendurkan sedikit lengan kiri dan kencangkan lengan kanan. Pada saat yang sama, lemaskan tungkai kiri dan kencangkan tungkai kanan shg seluruh sisi tubuh yang kiri menjadi kencang sepenuhnya. Ulangi pada sisi tubuh yang kanan.
3. Kontraksi vagina
Berbaring pada punggung. Kedua tungkai sedikit dijauhkan. Kencangkan dasar panggul, pertahankan selama 3 detik dan kemudian lemaskan. Teruskan gerakan ini dengan berdiri dan duduk
4. Memiringkan panggul
Berbaring pada punggung dgn kedua lutut ditekuk. Kontraksikan otot-otot perut untuk membuat tulang belakang menjadi datar dan otot-otot pantat menjadi kencang, pertahankan selama 3 detik dan kemudian lemaskan.
5. Sesudah hari ketiga
Berbaring pada punggung, kedua lutut ditekuk dan kedua lengan direntangkan. Angkat kepala dan bahu hingga sudut sekitar 45 derajat, pertahankan selama 3 detik dan lemaskan perlahan-lahan
6. Posisi yang sama sprti diatas. Letakkan kedua lengan di sebelah luar lutut kiri. Ulangi disebelah luar lutut kanan.
4. Kebersihan diri/ perineum
a. Sering membersihkan perineum akan meningkatkan kenyamanan dan mencegah resiko infeksi
b. Paling sering menggunakan air hangat yang mengalir (bisa ditambah larutan anti septik) diatas vulva perineum setelah BAK atau BAB
c. Hindari penyemprotan langsung
d. Ajarkan ibu untuk membersihkan sendiri
Pasien yang hrs istirahat di tempat tidur (hipertensi, pasca SC, dll) harus dimandikan setiap hari dengan pencucian daerah perineum yang dilakukan 2 X perhari dan setiap selesai buang hajat. Setelah ibu mampu mandi sendiri (2 X perhari), biasanya daerah perineum dicuci sendiri. Penggantian pembalut hendaknya sering dilakukan, setidaknya setelah membersihkan perineum atau setelah BAK atau BAB. Payudara juga harus diperhatikan, lakukan masase payudara secara perlahan-lahan dan jika putting susu masih terbenam maka tarik-tariklah keluar secara hati-hati.
Luka pada perineum akibat episiotomi, ruptur atau laserasi merupakan daerah yang tidak mudah untuk dijaga agar tetap bersih dan kering.
Vulva higiene dapat memberikan kesempatan untuk melakukan inspeksi secara seksama pada daerah perineum dan mengurangi rasa sakitnya.
5. Istirahat
a. Membutuhkan istirahat dan tidur yang cukup
b. Istirahat sangat penting untuk ibu yang menyusui
c. Tindakan rutin di Rumah Sakit hendaknya jangan mengganggu waktu istirahat dan tidur ibu
Setelah selama sembilan bulan ibu mengalami kehamilan dengan beban kandungan yang begitu berat dan banyak keadaan yang mengganggu lainnya serta proses persalinan yang begitu melelahkan ibu, maka ibu membutuhkan istirahat yang cukup untuk memulihkan keadaannya. Istirahat ini bisa berupa tidur siang maupun tidur malam hari. Jika ibu mengalami kesulitan tidur di malam hari dan dia nampak gelisah maka perlu diwaspadai ibu mengalami gangguan psikosis masa
6. Seksual
a. Sering menjadi perhatian ibu dan keluarga
b. Didiskusikan mulai hamil dan diulang pada post partum berdasarkan budaya dan kepercayaan ibu dan keluarga
c. Dipengaruhi oleh derajat rupur perineum dan penurunan hormon steroid setelah persalinan
d. Keinginan seksual ibu rendah : level hormon rendah, adaptasi peran baru, kurang istirahat dan tidur.
e. Pengguanaan kontrasepsi (ovulasi terjadi pada kurang lebih 6 minggu) karena kembalinya kedalam masa subur tidak bisa diprediksi
f. Menstrulasi terjadi pada kurang lebih 9 minggu/ 4-8 minggu (ibu tidak menyusui) dan kurang lebih 30-36 minggu / 4-18 bulan pada ibu yang menyusui

7. Latihan atau senam nifas
Senam masa nifas berupa gerakan-gerakan yang berguna untuk mengencangkan ooto-otot, terutama otot-otot perut yang telah terjadi longgar setelah kehamilan. Selain itu senam masa nifas juga memiliki tujuan tertentu antara lain :
a. Mengurangi rasa sakit pada otot-otot
b. Memperbaiki peredaran darah
c. Mengencangkan otot-otot perut dan perineum
d. Melancarkan pengeluaran lochea
e. Mempercepat involusi
f. Menghindarkan kelainan, misalnya : emboli, trombosis dan lain-lain
g. Untuk mempercepat penyembuhan, mencegah komplikasi dan meningkatkan otot-otot punggung, pelvis dan abdomen
h. Kegel execise : untuk membantu penyembuhan luka perineum
i. Meredakan hemoroid dan varikositas vulva.
j. Meningkatkan pengendalian atas urine
k. Meringankan perasaan bahwa “segalanya sudah berantakan”.
l. Membangkitkan kembali pengendalian atas otot-otot spinkter.
m. Memperbaiki respon seksual


Senam sederhana pada hari ke 2 setelah persalinan ialah :
1. Penderita tidur terlentang, kaki diangkat pelan setinggi yang dapat dicapai, bergantian antara kaki kiri dan kanan
2. Kaki diturunkan dan kaki diputar-putar ke arah luar tempat tidur, tumit ditekan pada tempat tidur
3. Dengan tangan disamping, penderita menarik nafas panjang melalui perut (jangan menggembungkan dada) menghitung sampai 15 dengan terlentang, dagu ditundukkan hingga mengenai dada, tanpa menggunakan bagian lainnya
4. Dengan tidur terlentang, lengan dilipatkan pada dada atau menekan tempat tidur lalu perlahan-lahan hanya duduk dengan kaki selonjor rapat dan lurus.
Pada hari ke-3 dan seterusnya mengangkat kaki kedua-duanya sekaligus, tegak lurus setinggi yang dapat dicapai. Urutan lainnya sama. Pada waktu senam tidak menggunakan bantal. Bila keadaan ibu baik, senam ini dapat dilakukan 3-4 kali sehari misalnya pada waktu pagi bangun tidur, siang dan malam, tiap hari ditambah 1 kali hinga akhirnya sampai 10 kali sehari.

Faktor kesiapan ibu untuk memulai senam post partum :
1. Tingkat kesegaran tubuhnya sebelum kelahiran bayi
2. Apakah ia telah mengalami persalinan yang lama dan sulit atau tidak
3. Apakah bayinya mudah dilayani atau rewel dalam meminta asuhan
4. Penyesuaian post partum yang sulit oleh kerena suatu sebab

Latihan senam pasca persalinan :
1. Memperkuat dasar panggul
Senam yang pertama paling baik dan paling aman untuk memperkuat dasar panggul ialah senam kegel. Segera lakukan senam kegel pada hari pertama post partum bila memang memungkinkan. Meskipun kadang-kadang sulit untuk secara mudah mengaktifkan otot-otot dasar panggul ini selama hari pertama atau kedua, anjurkanlah agar ibu tetap mencobanya.
2. Mengencangkan otot-otot abdomen :
Otot-otot abdomen setelah melahitrkan akian menunjukkan kebutuhan perhatian yang paling jelas. Mengembalikan tonus otot-otot abdomen merupakan tujuan utama dari senam dalam masa post partum. Otot-otot abdomen yang telah dipulihkan dan diperkuat adalah sangfat penting untuk mrenopang punggung bagian bawah, tenpat mata rantai terlemah dari kerangka tubuh manusia
Penting sekali untuk memeriksa apakah ada pemisahan dari otot-otot perut (diastasis) eebelum memulai senam abdomen. Tundalah penekukan dan pengangkatan kaki jika memenag terdapat diastasisi yang parah.

Penjelasan senam bagi ibu ;
Ulangi gerakan senam 2 – 5 kali,. Lakukan dengan santai dan bernafas dalam-dalam saat melakukan senam tersebut.
Fase I (hari-hari pertama post partum)
1. Senam kegel : (untuk dasar panggul)
Lakukanlah senam ini kapan saja dimana saja. Tidak akan ada orang yang tahu atau melihat anda melakukannya. Lakukanlah 1 -100 kali dalam sehari. Untuk mengontraksikan pasangan otot-otot ini, bayangkanlah bahwa anda sedang buang air seni dan lalu anda tiba-tiba menahannya ditengah-tengah: Atau bayangkan bahwa dasar panggul merupakan sebuah elevator secara perlahan anda menjalankannya sampai lantai 2 lalu kemudian kelantai 3 dan seterusnya, dan kemudian balik turun secara perlahan. Begitulah cara melatih otot-otot tersebut. Dengan menggunakan visualisasi dan berkonsentrasi pada otot, angkat dan tarik masuk, tekan dan tahan, kemudian secara perlahan turunkan dan lepaskan.
2. Pengencangan abdomen Pada penghembusan nafas : (untuk abdomen)
Berbaringlah atau berbaring miring, lutut dibengkokkan, tangan dibagian perut. Pada saat menghembuskan nafas, tariklah otot abdomen kedalam hingga paru-paru terasa kosong. Hitung sebanyak 3 kali hitungan yang panjang, kemudian lepaskan. Hiruplah perlahan dalam-dalam sampai merasakan abdomen naik.
3. Miringkan panggul : (untuk punggung bagian bawah abdomen)
Berbaringlah, dengan lutut dibengkokkan. Putarlah panggul dengan jalan meratakan punggung bagian bawah sampai ke lantai dengan meniadakan bagian yang berongga. Kontraksikan otot abdomen pada waktu menghembuskan nafas dan kencangkan pantat. Biarkan panggul miring naik keatas.Tahan selama 3 hitungan panjang kemudian lepaskan
4. Lingkaran pergelangan kaki : (untuk sirkulasi dan kenyamanan)
Dengan kaki dinaikkan atau telapak kaki diatas lutut, bengkokkan pergelangan kaki sedapat mungkin, jari kaki mendongak ke atas kemudian menunjuk ke bawah sambil menekukan kaki. Kemudian melakukan gerakan pergelangan kaki yang melingkar besar perlahan mula-mula dalam satu arah kemudian kearah sebaliknya
Fase II : Tambahkan senam ini bila terasa nyaman (biasanya pada hari ke 2-7
1. Bahu berputar dan lengan terlantang : untuk postur dan peredaan tegangan punggung bagian atas
Selagi anda duduk, angkat lengan sampai setinggi bahu, siku dibengokkan tangan diatas bahu. Putarlah ke dua arah. Kemudian angkat ke 2 lengan ke atas kepala, secara bergantian angkat salah satunya lebih tinggi dari yang lain (seakan sedang memetik buah apel dari pohonnya). Latihan ini juga bisa dilakukan sambil berdiri
2. Merentang untuk postur abdomen dan kenyamnan
Berbaringlah dengan kaki dinaikkan sedikit diatas bangku pendek, pinggir ranjang atau meja kopi. Kontraksikan dinding abdomen dan pantat secara perlahan naikkan pinggul menjauh dari lantai hingga tubuh dan kaki berada dalam satu garis lurus. Jangan bengkokkan punggung. Ingat untuk bernafas.


8. Keluarga Berencana
1. Idealnya pasangan harus menunggu sekurang kurangnya 2 tahun sebelum ibu hamil kembali. Setiap pasangan harus menentukan sendiri kapan dan bagaimana mereka ingin merencanakan tentang keluarganya. Namun petugas kesehatan dapat membantu merencanakan keluarganya dengan mengajarkn kepada meraka tentang cara mencagah kehamilan yang tidak diinginkan.
2. Biasanya ibu post partum tidak aakan menghasilkan telur (ovulasi) sebelum mendapatkan haidnya selama meneteki, oleh karena itu amenorhea laktasi dapat dipakai sebelum haid pertama kembali untuk mencegah terjadinya kehamilan
3. Sebelum menggunakan metode KB hal-hal berikut sebaiknya dijelaskan dahulu pada ibu, meliputi :
a. Bagaimana metode ini dapat mencegah kehamilan serta metodenya.
b. Kelebihan dan keuntungan
c. Efek samping
d. Kekurangannya
e. Bagaiman metode itu
f. Kapan metode itu dapat digunakan untuk wanita pasca persalinan yang menyusui.
4. Jika pasangan memilih metode KB tertentu, ada baiknya untuk bertemu dengannya lagi dalam 2 minggu untuk mengetahui apakah ada yang ingin ditanyakan oleh ibu atau pasangan dan untuk melihat apakah metode tersebut bekerja dengan baik.

Tidak ada komentar: